Breaking News

Ini yang Harus Kamu Perhatikan bila Punya Anak Kembar


Mengasuh anak, lagipula anak kembar, menyerahkan tantangan tersendiri. Setidaknya, tersebut yang dialami oleh pasangan Habibie Ahmad Akbar, dan Lely Solihati.

Pasangan yang bermukim di Cirebon, Jawa Barat ini, mempunyai enam anak, lima di antaranya ialah anak kembar.

Kelima anak kembar Habibie dan Lely dikenal dengan sebutan "AIUEO" yang adalahsingkatan dari nama-nama mereka, yakni Abbid Muhammad Akbar, Izzul Syaefuddin Al Akbar, Uqkail Fathul Akbar, Ezra Khairu Akbar, dan Oxy Abhitya Akbar.

Nah, apa yang perlu diacuhkan jika mempunyai anak kembar? Berikut sejumlah hal yang diberikan Lely.

1. Jangan membandingkan

Sebagai orangtua, tidak boleh pernah mencocokkan satu anak dengan anak yang lain. Perlakuan laksana ini dapat memupuk rasa iri salah satu anggota keluarga.

2. Membiarkan anak tumbuh dengan ketertarikan berbeda

Membiarkan anak kembar tumbuh dengan minat bertolak belakang dan biarkan anak-anak memilih apa yang mereka mau.

Hal ini akan menolong anak-anak mengejar identitasnya masing-masing, meskipun mereka ialah anak kembar.

3. Jangan melalaikan anak yang lain

Sebagai orangtua yang mempunyai sejumlah anak, kadang orangtua suka tak sempat memerhatikan anak yang lebih besar.

Misalnya, sebelum memiliki anak kembar, orangtua lebih dulu dikaruniai anak kesatu di family mereka.

Berikan pengertian untuk anak yang lebih banyak akan kehadiran adik-adiknya.

Di samping itu, berikan perhatian dan kasih sayang yang sama untuk setiap anak sampai-sampai tidak terdapat anak yang merasa tidak disukai di dalam keluarga.

4. Membuat jadwal rutin

Orangtua memegang peranan urgen terhadap jadwal rutin pekerjaan anak-anak mereka.

Sebagai orangtua, mesti membudayakan rutinitas pekerjaan untuk anak-anaknya semenjak dini, bahkan semenjak hari kesatu anak-anak bermunculan ke dunia.

Untuk permulaan, catat baik-baik seluruh jam tidur, minum ASI, mengubah popok, jam anak terbangun, jam anak saat bermain, dan lain-lain.

5. Mengajarkan anak-anak untuk merealisasikan jadwal yang teratur

Sebagai orangtua, mengajari anak-anak guna mempunyai jadwal yang tertata dapat dilaksanakan sejak dini.

Tujuannya, supaya ke depannya anak-anak bisa beradaptasi terhadap jadwal yang sudah ditentukan.

Dalam merealisasikan jadwal yang tertata tersebut, dibutuhkan komitmen dari orangtua supaya dapat berjalan cocok harapan.

Tidak ada komentar