Breaking News

Risiko Efek Samping Obat Lipitor guna Menurunkan Kolesterol

Kolesterol tinggi jangan disepelekan. Di samping dengan evolusi gaya hidup yang lebih sehat, sejumlah orang mungkin pun diresepkan obat lipitor oleh dokter guna menurunkan kolesterolnya. Cara kerja lipitor ialah dengan menutup enzim HMG-CoA yang meneruskan sinyal ke hati (liver) guna menghasilkan kolesterol. Obat lipitor pun sering dipakai untuk menangkal penyakit jantung.

Meski begitu, sama laksana obat-obatan lainnya, obat lipitor pun mempunyai risiko efek samping yang butuh Anda ketahui.

Obat lipitor ialah obat penurun kolesterol dengan sejumlah efek samping di bawah ini


1. Kram dan nyeri otot

Kram dan nyeri otot ialah efek samping yang sangat sering terjadi dari pemakaian obat lipitor. Sensasinya dapat terasa melulu di di antara sisi tubuh atau bahkan keduanya. Nyeri seringkali terjadi pada otot lengan, kaki, punggung, dan bahu.

2. Masalah faedah hati

Lipitor ialah obat statin yang dapat memicu masalah faedah organ hati. Meski begitu, risiko efek samping yang satu ini tergolong jarang.

Masalah faedah hati dampak pemakaian lipitor dapat dideteksi lewat tes faedah hati. Bila hasilnya mengindikasikan peningkatan yang di atas nilai normal, dokter bakal mengubah lipitor dengan jenis obat statin lainnya.

Orang dengan penyakit hati paling berisiko untuk merasakan masalah faedah hati. Maka, dokter akan mengerjakan pemeriksaan intensif terlebih dahulu sebelum meresepkan lipitor guna Anda.

3. Memicu risiko diabetes

Sebuah riset dari British Medical Journal pada tahun 2014 mengejar bahwa obat statin lipitor berpotensi merangsang diabetes setelah mengerjakan pengamatan terhadap 137 ribu pasien kolesterol tinggi. Penelitian tersebut mengadukan bahwa risiko diabetes sangat rentan terjadi dalam 4 bulan kesatu sesudah mengonsumsi obat.

Lipitor ialah obat statin yang dapat menambah kadar gula darah kita sehingga menambah risiko kita untuk merasakan diabetes. Risiko ini terbilang kecil, tetapi harus tetap diwaspadai. 

Yang butuh dipahami, dokter meresepkan lipitor guna Anda sebab paham benar manfaatnya lebih banyak daripada risiko bahaya eskalasi gula darah yang paling sedikit. Jika kita masih khawatir, usahakan konsultasikan lebih lanjut pada dokter yang menangani Anda.

4. Jadi mudah lupa

Tahun 2014 lalu, FDA, badan pengawas obat dan makanan di Amerika setara BPOM, mengadukan bahwa obat lipitor dapat mengakibatkan efek samping hilang kenangan sementara alias mudah lupa.

Namun, riset oleh kesebelasan peneliti di John Hopkins Medicine pada tahun 2013 pada 23 ribu orang lelaki dan wanita mengindikasikan tidak terdapat kaitan antara pemakaian statin dengan kehilangan kenangan atau demensia. Justru sebaliknya, pemakaian statin dapat menolong mencegah terjadinya demensia. Ini barangkali terjadi sebab salah satu tipe demensia terjadi dampak adanya sumbatan pada pembuluh darah otak. Statin menolong mencegah terjadinya sumbatan ini.

Tidak ada komentar