Breaking News

Setelah Filipina, Ini Negara di Asia Tenggara yang Akan Dijajaki UniPin



UniPin sebagai payment game terbesar dan terfavorit di Indonesia sudah  melebarkan sayapnya di Filipina dengan menggandeng Mobile Legend. Setelah Filipina, CEO UniPin Ashadi Ang mempunyai  rencana guna  menjajaki negara-negara beda  sebagai upaya menguasai pasar game di Asia Tenggara.

Lantas negara apa sajakah itu? Ashadi dalam peluang  wawancara usai press conference di High Grounds, Filipina menyatakan  rencana ekspansinya ke negara-negara di Asia Tenggara sesudah  di Filipina.

"Setelah Filipina, anda  akan ke Myanmar. Kita melihat, mereka negara yang baru tersingkap  ya, jadi tidak sedikit  sekali peluang-peluang yangdapat  digarap. Bahkan, mereka punya istilahnya house of game untukmengadakan  eSport Cup. Sehingga bagus ya guna  kita jajaki," kata Ashadiuntuk  sejumlah wartawan di Filipina.

Namun, dia belum mau menyatakan  secara rinci  rencana ekspansinya ke Myanmar. Menurutnya, UniPin sedang konsentrasi  di Filipina dan masih mematangkan perisapannya guna  menjadi payment game dengan tag line one for all and all for one di negera berjuluk "Negeri Tanah Emas" tersebut.

"Untuk rinci  rencana di negara itu  saya pikir belom saatnya di-ekspose. Tunggu saja waktunya nanti," ungkap pencinta game online tersebut.

Di samping  Myanmar, kata Ashadi, terdapat  dua negara beda  yang pun  sedang dijajaki oleh UniPin. Kedua negara tersebut ialah  Malaysia dan Thailand.

"Target selanjutnya anda  akan menjajaki pun  Malaysia dan Thailand," tutur Ashadi.

Meski belum mau  membocorkan strateginya guna  melebarkan sayap bisnisnya ke Myanmar, Malaysia dan Thailand, tetapi  Ashadi mempunyai  harapan guna  menghubungkan seluruh  gamers yang terdapat  di Asia Tenggara, salah satunya dengan persaingan  eSports (olahraha digital).

"Harapannya kita dapat  membawa seluruh  negara yang mempunyai  eSportsguna  saling konek satu dengan yang lain, lantas  sharing empiris  bermain game. Itu target kita mengapa  mengembangkan di negara-negara di Asia Tenggara," tutup alumni  Ilmu Komputer dari Universitas Coventry, Inggris tersebut.


Tidak ada komentar