Breaking News

Dimodali Lahan 25 Hektare, Adhi Commuter Property Garap 12 TOD



PT Adhi Karya telah mengerjakan  pemisahan unit usaha (spin off), di mana anak usaha barunya bakal  ditugaskan membina  TOD dan Hotel. Anak usahaitu  yakni PT Adhi Commuter Property (ACP).

Sebagai etape  awal, Adhi Karya menyerahkan  modal berupa persediaan tanah senilai Rp1,9 triliun atau sekira 20-25 hektare. Seluruh tanah inidiserahkan  kepada Adhi Commuter Property untuk mengawali  usahanya.

Direktur Keuangan Adhi Karya Entus Asnawi mengatakan, walau  modal mula  hanya persediaan tanah Rp1,9 triliun, urusan  ini dapat  menjadi magnet ACP untuk dapat  meminjam duit  sebagai modal kerja.

Apalagi bila   dihitung dari persediaan tanah sebesar Rp1,9 triliun, nilai kapitalisasi pengembangan proyek ini dapat  mencapai tidak cukup  lebih Rp55 triliun. Pasalnya, Adhi Karya menugaskan anak usahanya ini guna  mengembangkan 12 TOD dari 18 stasiun yang disiapkan guna  proyek LRT Jabodebek.

"Pengembang anda  rencanakan 18 TOD namun  yang diproyeksikan bakal  dapattersebut  12 stasiun. Ini baru tentu  sudah empat tempat  yang telah  bangun, di Sentul, Ciracas, Bekasi Timur dan Jati Cempaka. Sudah anda  bangun dan diluncurkan  umumnya lumayan  menarik," tuturnya, di Kantor Pusat Adhi Karya, Jakarta, Jumat (4/5/2018).

Pada peluang  yang sama, Direktur Operasional II Adhi Karya Budi Sadewa menambahkan, dari pengembangan TOD di empat lokasi, titik Ciracas belum mendapat Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Sedangkan tiga tempat  lainnyatelah  dalam etape  konstruksi.

"Sekarang berlangsung  dan terdapat  belum bukukan penjualan sebab  IMB belum terbit  seperti Ciracas, ini IMB terbit  dalam masa-masa  dekat setelah terbit  baru. Selain tersebut  sudah proses pembangunan di Jati Cempaka, Bekasi Timur, Sentul telah  memasarkan," tuturnya.

Secara keseluruhan guna  12 TOD akan ditamatkan  pembangunan sekitar  10 tahun. Hanya saja setiap area  terintegrasi ini akan ditamatkan  bertahap pembangunannya.

Misalnya, laksana  di Sentul, satu area  komersial berupa ruko, perkantoran telah  selesai. Sementara guna  hunian vertikal atau apartemen masih dalam etape  konstruksi dengan pengerjaan telah  sampai lantai 5.

"Pengerjaannya secara stimultan saja. Total empat TOD ini bila   sekarangtidak cukup  lebih dikuasai TOD terdapat  20-25 ha," tuturnya.

Tidak ada komentar